• Skip to primary navigation
  • Skip to main content

idzee

catatan & gagasan

  • Catatan
  • Gagasan
  • About

Catatan

Dukung Pembangkitan Listrik dengan Renewable Energy

11 February, 2018 Tagged With: green living, public policy

Penggunaan sumber energi fosil sebagai bahan utama pembangkit listrik tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di banyak negara di dunia, seperti China, India, bahkan Amerika. Dari 435 GW listrik yang dihasilkan pada tahun 2013 di Indonesia, pembangkit listrik menggunakan 44% atau sekitar 20GW bersumber dari batu bara, 26% atau sekitar 12GW bersumber dari gas bumi, 15% atau 6,8 GW dari  minyak bumi, dan sisanya berasal dari air (PLTA), panas bumi, dan lainnya.

Batu bara, gas bumi, dan minyak menjadi sumber utama pembangkit listrik karena jumlahnya masih banyak di bumi dan listrik yang dihasilkan stabil jika pasokan sumber ada secara terus menerus. Namun, benarkah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui tersebut akan ada selamanya? Tentu tidak.

Negara kita yang terkenal kaya akan bahan tambang dan minyak bumi saja sudah diprediksi akan mengalami defisit. Jika diasumsikan tidak ada penemuan sumber energi fosil lagi, maka cadangan minyak bumi Indonesia sebesar 3,6 M barel akan habis dalam 13 tahun, cadangan gas bumi sebesar 100,3 TCF akan habis dalam 34 tahun, dan cadangan batu bara sebesar 31,35 M ton akan habis dalam 72 tahun. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika kita tidak mencari sumber alternative lainnya sedangkan jumlah populasi di Indonesia bahkan dunia akan selalu bertambah dan kebutuhan listrik selalu menginkat.

Belum lagi efek lingkungan yang dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara dan minyak. Kemana residu berupa emisi CO2 tersebut pergi? Mereka akan menumpuk dan terurai lama di atmosfer bumi karena kecepatan tumbuhan dan laut untuk menyerap CO2 jauh kalah cepat dengan meningkatnya konsentrasi CO2. Inilah yang saat ini tengah menjadi isu lingkungan dunia, yang lebih dikenal dengan efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan suhu bumi secara global (global warming). Selain kenaikan suhu bumi, efek dari global warming adalah kemarau yang berkepanjangan, pengingkatan air laut, dan perubahan iklim di bumi.

Tahukah anda, penghasil emisi CO2 terbesar adalah berasal dari pembangkitan listrik? Berikut adalah diagaram data sector pembangunan penghasil CO2 di dunia pada tahun 2010 diambil dari International Energy Agency (IEA).

Terlihat bahwa pembangkit listrik dan penghasil panas lainnya menyumbangkan CO2 terbanyak mencapai 41.2%. Negara besar dan berteknologi canggih seperti Amerika bahkan telah menjadi penghasil CO2 kedua terbesar di dunia pada tahun 2013, dimana 33% nya disumbangkan dari sisi pembangkit listrik. Sedangkan Indonesia menempati urutan ke-16.

Satu-satunya cara untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik adalah dengan menggunakan sumber pembangkit energi baru terbarukan (EBT) atau lebih dikenal dengan Renewable Energy. International Renewable Energy Agency (IREANA) pada laporannya di “REmap 2030” berambisi untuk melipatgandakan bauran energi terbarukan di seluruh energi dunia, dengan target penggunaan EBT sebesar 36% dari bauran sumber pembangkit listrik seluruh negara. IRENE menyebutkan sampai tahun 2014 sudah ada 144 negara yang telah menargetkan penggunaan EBT di negaranya masing-masing, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia mendukung penggunaan renewable energy untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang tertuang dalam PP No. 70 tahun 2014. Pada kebijakan tersebut, pemanfaatan EBT dalam bauran energi nasional minimal 23% pada tahun 2025 dan akan terus meningkat sampai 31% pada tahun 2050. Bisa dilihat antusias pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan EBT pada grafik di bawah ini.

Sumber energi yang berasal dari matahari, angin, air, laut atau samudra menjanjikan pembangkitan listrik yang ramah lingkungan dan continue. Bagaimana tidak, sumber-sumber tersebut kita sadari jumlahnya tidak terbatas di bumi dan akan selalu ada. Terlebih Indonesia yang merupakan negara tropis di bawah garis khatulistiwa serta diapit dua samudra, yaitu Hindia dan Pacific, memiliki potensi besar dalam mengembangkan EBT. Berikut adalah beberapa potensi sumber pembangkit EBT yang ada di Indonesia.

  1. Mikro Hidro

Pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) menggunakan arus air sungai untuk menghasilkan listrik. Aliran air sungai diatur ketinggiannya untuk mendapatkan debit air yang tinggi dan stabil yang bisa memutar generator dan membangkitkan listrik. Aliran sungai dapat menggunakan aliran yang alami atau dibuat dengan mengubah arah aliran untuk mengatur ketinggian sungai. Pada tahun 2013, menurut data kementrian ESDM, PLTMH telah menyumbangkan 8.78%  atau sektiar 46,428 MW jaringan listrik Indonesia dari total resources yang ada sebesar 75.000 MW.

  • Angin

Indonesia yang merupakan negara kepulauan cocok memanfaatkan angin sebagai sumber pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Menurut data EBTKE pada tahun 2013, kapasitas PLTB menyumbankan 1,96 MW listrik. Angka ini memang tidak begitu besar karena riset penggunaan PLTB di Indonesia masih berlangsung dengan kecepatan angin rata-rata 3 sampai 6 m/sec. Namun berdasaarkan data dari Energy Policy Review Indonesia, potensi energi angin di Indonesia mencapai 9.290 MW.

  • Matahari

Indonesia beruntung disinari Matahari sepanjang tahun. Sinar matahari ini dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan menggunakan teknologi photovoltaic (PV) atau sel surya. Material PV terdiri atas semikonduktor yang apabila terkena matahari dengan panjang gelombang cahaya tertentu akan dapat melepas elektron dan ketika dihubungkan dengan kutub yang berbeda, aliran listrik akan mengalir. Potensi PLTS di Indonesia mencapai 4,8 kWh/m2/hari. Menurut data dari ditjen EBTKE, kapasitas PV yang telah terpasang sampai tahun 2014 sebesar 19.2 MW.

  • Laut atau samudra

Dua pertiga luas Indonesia adalah berupa lautan. Diapitnya Indonesia dengan Samudra Hindia dan Pacific membuat laut di Indonesia dilewati oleh perubahan arah angin dunia sehingga memiliki potensi pemanfaatan arus dan ombak di laut untuk dijadikan sumber pembangkit listrik. Potensi laut untuk pembangkit listrik di Indonesiea mencapai 49 GW jika dimanfaatkan secara maksimal. Angka yang sangat besar bukan?

Dukungan dari Pemerintah untuk menggalakkan pemakaian renewable energy membuat produsen listrik seperti PLN dan IPP tidak memiliki alasan lain untuk tidak memulai memanfaatkan EBT. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan bukan saja ramah lingkungan, namun juga mengingatkan kita akan pentingnya keberlangsungan dan keseimbangan sumber daya alam baik yang tidak terbarui ataupun yang terbarui serta ekosistem lingkungan untuk anak cucu kita kelak.

Filed Under: Catatan

Terangi seluruh pelosok negeri dengan Energi Matahari

29 October, 2017 Tagged With: green living

Foto di atas menunjukkan keadaan bumi saat malam hari. Anda bisa lihat negara kita dimana? Apakah daerah asal anda sudah terang?

Sampai dengan tahun 2014, menurut data rasio elektrifikasi PLN, Indonesia telah melistriki negaranya sebesar 82,8% dengan total kapasitas sampai Juni 2015 mencapai 51.620 MW. Namun, jika kita melihat gambar di atas, pulau yang paling terang adalah pulau Jawa. Berikut adalah data penyebaran elektrifikasi di Indonesia.

Pemerintah menyadari listrik belum merata di seluruh Indonesia. Data dari Outlook Energi Indonesia – BPPT 2015  menyebutkan,  total kapasitas pembangkit listrik nasional di Indonesia tahun 2013 mencapai 45,3 GW, dengan 74% berada di Jawa Bali, 15% di Sumatera, 3 % di Kalimantan, dan sisanya berada di pulau Sulawesi, Maluku, NTB-NTT, dan Papua.

Lalu sebenarnya, permasalahan apakah yang menyebabkan Indonesia masih kurang dalam pasokan listrik? Berikut adalah infographic keadaan infrastruktur listrik Indonesia.

Terlihat pada data di atas, ternyata jalur transmisi dan distribusi yang telah di bentuk oleh PLN mencapai 840.000 km, setara dengan lebih dari 2 kali jarak Bumi dengan Bulan. Sumber fosil sebagai 75% bahan utama pembangkitan listrik juga nyatanya tersebar hampir seluruh pulau. Namun, mengapa masih 25% masyarakat Indonesia yang belum merasakan listrik? Kemana jalur listrik sepanjang itu mengular? Daerah di Indonesia Timur khususnya, 50% daerah Papua  belum terlistriki, sedangkan di NTT listrik menyala bergilir selama beberapa jam saja. Pun dengan masalah kualitas listrik di kota-kota besar, dimana frekuensi pemadaman listrik mencapai 7 jam per-tahun.

Salah satu penyebab krusial ketidakmerataan dan kualitas listrik yang rendah ini adalah masalah infrastruktur jalur trasmisi dan distribusi yang rumit. PLN dalam salah satu seminarnya mengatakan bahwa salah satu syarat pengaliran listrik adalah sudah tersedianya fasilitas jalanan yang baik. Hal ini dibutuhkan agar pembangunan jalur kabel dan menara atau gardu listrik dapat terealisasi. Berarti, target Pemerintah untuk menambah pembangkit listrik sampai tahun 2020 sebesar 35GW pun tetap tidak akan dirasakan masyarakat pelosok jika fasilitas jalanan belum tersedia di daerah mereka.

Salah satu solusi pemerataan kelistrikan tanpa harus pusing dengan jalur transmisi dan gardu listrik adalah dengan menggunakan sumber energi tenaga matahari, atau dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS memanfaatkan teknologi Photovoltaic (PV) untuk menyerap intensitas radiasi sinar matahari yang terdiri atas beberapa spektrum warna dengan panjang gelombang yang berbeda. Dilihat secara geographic penyebaran potensi sinar matahari pada gambar di bawah ini, matahari secara merata menerangi seluruh daerah di Indonesia dengan potensinya sebesar 4,8 kWh/m2/hari atau setara dengan kapasitas listrik sebesar 112.000 GWp dalam satu tahun.

Jerman telah menjadi negara penghasil listrik bertenaga matahari terbesar dengan kapasitas PV yang telah terinstal sampai tahun 2014 mencapai 38GW, sedangkan Indonesia baru mencapai 10MWp. Walaupun potensi Jerman hanya 1/10 potensi Indonesia, mereka memanfaatkan secara maksimal potensi matahari di negaranya dari skala kecil seperti rooftop system sampai skala besar dengan solar farm. Kalau Jerman bisa, kenapa Indonesia tidak?

Pemanfaatan PV sebagai PLTS memiliki banyak keuntungan terutama bagi negara yang berbentuk kepulauan. Pembangkitan listrik dengan PV dapat langsung dipasang secara off-grid dan isolated atau berdiri sendiri tanpa harus menunggu dan tergantung oleh jalur transmisi PLN. PV hanya perlu dipasang di aera terbuka tanpa terhalangi bayangan apapun, misalnya di atap rumah dengan kemiringan 15 derajat (tergantung letak negara terhadap matahari). Jika matahari bersinar, PV akan menghasilkan listrik dan menyimpannya di baterai sehingga listrik yang dihasilkan dapat dinikmati di malam hari. Modul PV juga dapat dipasang dalam bentuk solar farm yang menghasilkan listrik lebih besar. Biasanya solar farm ditujukan untuk melistriki suatu kawasan, bisa secara isolated/ off-grid dan on-grid (terhubung ke jalur distirbusi PLN).

Solar Home System

Kita patut berbangga karena sebenarnya PLN telah memulai proyek Solar Home System sejak tahun 2005 dan ditargetkan selesai pada tahun 2025 dengan total kapasitas terpasang 0,87 GW. Solar Home System atau SHS adalah pemanfaatan modul PV untuk menghasilkan listrik dari tenaga matahari dengan kapasitas yang tidak terlalu besar dan cukup untuk menerangi satu rumah sederhana. Program SHS ini dikhususkan bagi masyarakat berpendapat rendah dan di pelosok daerah dengan dengan memberikan PV berkapasitas 50Wp secara cuma-cuma. Dan dalam target waktu yang lebih dekat yaitu tahun 2020, PLN telah merencanakan pengembangan PV baik SHS maupun solar farm sampai dengan 620 MW tersebar di hampir semua propinsi, seperti pada gambar di bawah ini.  

Beberapa projek Solar Farm PLTS yang telah berhasil dilakukan Pemerintah bersama Kementrian ESDM, PLN, dan instansi terkait lainnya di beberapa daerah yaitu:

  • Lombok Utara, NTB berkapasitas 2MW
  • Gorontalo, Sulawesi Tenggara berkapasitas 2MW
  • Sintang, Kalimantan Barat berkapasitas 1,5MW
  • Desa Nanga Pinoh, Kalimantan Barat berkapasitas 1 MW
  • Kota Baru, Kalimantan Selalatan berkapasitas 2 MW
  • Tanjung Selor, Kalimantan Timur berkapasitas 1 MW
  • Atambua, NTT berkapasitas 1 MW
  • Bangli, Bali berkapasitas 1MWp
  • Karangasem, Bali berkapasitas 1MWp
  • Desa Oelpuah, Kupang  berkapasitas 5 MWp (IPP)

PLTS Kupang 5 MWp

Proses pengembangan teknologi PV sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan oleh Pemerintah patut diberikan dukungan dan dilaksanakan secara konsisten, kontinu, dan meluas. Banyaknya produk SHS yang telah ada di pasaran serta semakin banyaknya negara maju yang berlomba memanfaatkan matahari sebagai pembangkit juga membuktikan bahwa teknologi PLTS memberikan janji ketersediaan listrik secara terus menerus. Dengan kekayaan sinar matahari yang menyinari negeri kita, sudah sepatutnya Indonesia menjadi negara nomor satu penghasil listrik bersumber matahari dengan terus melakukan penelitian, pengembangan industri, dan ekspansi dalam implementasi PLTS di semua pelosok negeri.  

Filed Under: Catatan

Mengenal Potensi Laut Untuk Sumber Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

13 August, 2017 Tagged With: green living

Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program elektrifikasi di seluruh Indonesia dengan target 99,4% pada tahun 2024. Peningkatan kebutuhan listrik diperkirakan akan meningkat dari 219,1 TWh pada tahun 2015 menjadi 464,2 TWh pada tahun 2024 atau sekitar 8,7% untuk pertumbuhan rata-rata pertahun (sumber: RUPTL PLN 2015-2024).  Pembangunan pembangkit serta perbaikan saluran transmisi  sudah direncanakan dan dilakukan oleh PLN sebagai instansi pemerintah yang mengurus kelistrikan Indonesia bersama dengan instansi, lembaga, dan pihak IPP (Indonesian Power Producer) lainnya. Namun sayangnya pembangunan pembangkit listrik masih mengandalkan sumber energi fosil seperti batu bara dan solar. 

Gencarnya isu efek rumah kaca akibat pembakaran fosil yang merugikan manusia dan lingkungan membuat banyak peneliti mencari sumber energi alternative, salah satunya adalah pemanfaatan energi arus dan gelombang laut. Indonesia yang memiliki luas lautan hampir dua pertiga dari luas wilayah negara atau sekitar 3.544.743,9 km2 (64,97% ) serta posisinya yang diapit dengan Samudra Hindia dan Pasifik menjadi potensi yang besar untuk pengembangan sumber energi listrik gelombang laut.

Prinsip dasar teknologi konversi energi gelombang laut menjadi listrik adalah adanya putaran turbin yang berasal dari dorongan energi gelombang laut. Semakin besar gelombang semakin banyak pula putaran turbin dan listrik yang dihasilkan semakin besar. Teknologi konversi energi listrik ini sudah banyak dilakukan oleh ilmuan di seluruh dunia. Secara umum, sumber energi yang bisa diambil dari laut adalah energi gelombang laut (wave energy), energi pasang surut laut (tidal power), dan energi panas laut (ocean thermal energy). Berikut adalah uraian singkatnya:

  1. Energi gelombang laut (Wave Energy)

Pergerakan air laut yang diakibatkan dorongan pergerakan angin akan menghasilkan gelombang laut. Gelombang laut memiliki tinggi puncak dan lembah. Ketinggian puncak pun dalam satu tempat berbeda-beda. Potensi energi gelombang laut berbanding lurus dari setengah kuadrat ketinggian signifikan periode gelombang laut (satuan kw/m).

Source: wavestarenergy.com

Departemen of Civil Engineering, Aalborg University, Denmark (DEC) telah melakukan beberapa projek terkait teknologi pengkonversi energi gelombang laut menjadi listrik (wave energy converter, WCE). Salah satu kesuksesan terbesarnya adalah teknologi Wave Star. Wave star dilengkapi dengan bagian yang mengapung dan menghasilkan energi kinetik jika terkena gelombang yang disebut dengan floats. Pergerakan naik-turun floats akan mengaktifkan pompa dan selanjutnya menekan dan menggerakan motor hidrolik. Motor ini selanjutnya akan memutar generator WEC dan menghasilkan energi listrik yang smooth. Jika terjadi badai, floats tersebut bisa terangkat sampai 20 meter. Pada produksi nanti, Wave star akan dilengkapi dengan 20 floats dengan diameter 10 meter. Dengan ukuran seperti ini, power station wave star akan menghasilkan 6 MW energi listrik.  

Sumber: http://www.greenunivers.com

Video wave star: https://www.facebook.com/ScienceNaturePage/videos/818130261652567/

  • Energi Pasang-Surut atau Tidal

Walaupun teknologi gelombang tidal bukan merupakan teknologi yang baru, namun masih menjadi rekomendasi dalam pembangkitan listrik ramah lingkungan, Gelombang tidal biasanya dihasilkan dari pasang surutnya air laut yang dapat diprediksi. Berbeda dari wave star yang menggunakan langsung gerakan gelombang laut untuk menghasilkan putaran di generator, energi tidal dihasilkan dengan membuat penampungan (barrage) atau reservoir untuk menampung air laut yang sedang pasang. Ketika air tersebut kembali ke laut, celah antara reservoir dengan laut yang memiliki turbin akan berputar. Putaran tersebut  kemudian menggerakkan generator dan akhirnya menghasilkan listrik.

Source: www.alternative-energy-news.info

Salah satu plant energi tidal yang sudah ada sejak lama yaitu di La Rance, Perancis. Pembangkit energi tidal ini memiliki kapasitas 240MW yang dibangun oleh 24 turbin. Total listrik yang dihasilkan dalam setahun mencapai 600 GWh, sehingga dalam sehari dapat menghasilkan 68MW.  

  • Energi Panas Laut (Ocean Thermal Energy Conversion – OTEC)

Energi yang dipancarkan matahari sampai ke permukaan bumi saaat bersinar terik diperkirakan mencapai 1000 watt/m2. Dengan luas lautan sekitar 70% dari bumi, energi listrik yang dapat dihasilkan dengan memanfaatkan panas laut akan mencapai 88000 TWh/ tahun (sumber: Renewable energy from the ocean, Pelc & Fujita, 2002).

Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga panas laut adalah dengan memanfaatkan perbedaan suhu panas permukaan laut dengan suhu dingin di bawah laut. Perbedaan panas minimal agar OTEC dapat maksimal adalah 77o F (25oC). Permukaan laut yang terkena matahari langsung akan membuat suhu permukaan lebih panas dibandingkan air dasar laut sehingga terjadi sirkulasi dari dasar ke permukaan. Pengoperasian sistem OTEC akan membutuhkan pipa-pipa yang berfungsi menyedot panas laut dan mengalirkannya ke tangki untuk mendidihkan fluida bertitik didih rendah. Fluida akan menguap dan memiliki tekanan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Uap fluida tadi selanjutnya dialirkan ke kondensor dan didinginkan memanfaatkan suhu air bawah laut. Hasil kondensor bisa diputar lagi dalam siklus atau dimanfaatkan untuk desalinasi.

Sumber: Wikipedia.org

Proses OTEC menggunakan prinsip siklus rankine dan dapat dibedakan menjadi siklus tertutup, siklus terbuka, dan siklus hybrid.

Pada siklus tertutup, sistem menggunakan fluida dengan titik didih rendah seperti amonia untuk memutar turbin. Air permukaan laut yang hangat dipompa melewati heat exchanger tempat amonia tadi diuapkan. Fluida akan berubah menjadi uap dan mengalami peningkatan tekanan. Uap bertekanan tinggi ini kemudian dialirkan ke turbin yang berputar sehingga menghasilkan listrik. Uap tersebut kemudain kembali didinginkan dengan air dari dasar laut yang dingin dan uap tersebut menjadi embun. Fluida kembali dididihkan dan proses berlangsung secara berulang dan terus menerus.

Sumber: Wikipedia.org

Sedangkan pada siklus terbuka, air laut yang hangat dimasukkan ke dalam tangki bertekanan rendah dan menguap. Uap ini kemudian menggerakkan turbin. Air laut yang menguap akan meninggalkan mineral seperti garam dan lainnya, sehingga pada sistem terbuka ini hasil dari penguapan dapat digunakan untuk menghasilkan air tawar dan bisa digunakan untuk irigasi.

Sumber: Wikipedia.org

Selain siklus terbuka dan tertutup, terdapat juga siklus hybrid yang memanfaatakan keunggulan dua siklus sebelumnya. Air laut diletakkan di tangki bertekanan rendah seperti siklus terbuka dan dijadikan uap. Uap tersebut digunakan untuk menguapkan fluida bertitik rendah dan melalui siklus tertutup dimana tekanan uap akan bertambah dan memutar turbin. Uap air tersebut kemudian dikondensasikan untuk menghasilkan air tawar (desalinasi).

Pemanfaatan Pembangkit Listrik

Pemanfaatan laut untuk pembangkit listrik sama sekali tidak menghasilkan emisi gas seperti pembakaran fosil karena merupakaan salah satu renewable energy ramah lingkungan yang tersedia secara terus menerus. Walaupun dibutuhkan pengkajian mendalam tentang dampak terhadap ekosistem laut, namun pemanfaatan gelombang dan arus laut sangat menjanjikan untuk menghasilkan listrik dalam jumlah yang sangat besar. Jika Indonesia mampu memanfatka luas lautnya secara maskimal, pemerataan elektrifikasi di seluruh pulau dapat terealisasi.

Filed Under: Catatan

Aplikasi Pencari Travel Mates “Teman Jalan”

7 May, 2017

Aplikasi Pencari Travel Mates Yang Layak Dicoba

Bepergian sendirian atau istilah kerennya solo traveling mungkin memang meyenangkan tapi terkadang juga membosankan karena pastinya tidak ada teman untuk mengobrol atau payahnya lagi tidak ada orang yang bisa membantu mengambil fotomu saat diperjalanan setiap saat. Oleh sebab itulah saat ini banyak aplikasi yang diciptakan tidak hanya untuk merencanakan perjalanan atau traveling saja melainkan juga untuk mencari teman saat bepergian atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Travel Mates. Tidak sulit untuk mencari teman lewat aplikasi tersebut karena dalam aplikasi-aplikasi tersebut biasanya suda disediakan menu pencari teman yang ada disekitar lokasi dan kita bisa berinteraksi dengan mereka meskipun sebelumnya belum saling mengenal. Lalu aplikasi apa saja yang bisa kita unduh dan gunakan sebagai pencari teman saat traveling? Ikuti terus artikel ini dan cari tahu aplikasi apa saja yang bisa membantu kita saat traveling.

Trip Buddy

Saat kita mencari aplikasi lewat playstore di Android atau Applestore pada iphone, aplikasi yang pertama kali muncul biasanya adalah aplikasi ini. Trip buddy adalah suatu aplikasi pencari teman saat traveling yang cukup banyak digunakan secara global sayangnya di Indonesia sendiri belum banyak digunakan dan setiap kota diIndonesia hanya memiliki sedikit traveler dan umumnya justru penduduk lokal yang banyak menggunakan aplikasi ini seraya menawarkan diri untuk menjadi guide atau pemandu wisata. Aplikasi ini cukup mudah digunakan karena saat pertama kali mengunduh, kita bisa sign ini atau masuk dengan menggunakan akun gmail atau facebook yang sudah tersinkronisasi dengan smartphone. Kita hanya perlu menambah sedikit informasi pada profil untuk menarik traveler lainnya. Hanya saja karena belum banyak yang menggunakan, aplikasi ini masih terlihat sepi dan tidak begitu menarik.

Kelebihan

  • Lebih mudah login dengan menggunakan email yang tersinkronisasi pada smartphone
  • Bisa menambahkan travel plan dan schedule
  • Pencarian kota tujuan lebih mudah
  • Desain aplikasi simple dan cukup menarik
  • Memunculkan traveler yang ada disetiap kota pada tanggal yang berbeda
  • Pesan atau teks bisa ditulis langsung pada menu square dan setiap traveler dari seluruh dunia bisa melihatnya

Kekurangan :

  • Penggunaan menu memang mudah tapi agak membingungkan saat ingin menulis pesan atau mencari traveler lain yang ada disuatu tempat.
  • Belum banyak traveler menggunakan aplikasi ini jadi selintas aplikasi ini terlihat sepi khususnya di Indonesia
  • Kota dan Negara tujuan yang disediakan dalam aplikasi ini masih terbatas yakni hanya sekitrar 37 negara dan kota tujuan.

Backpackr

Aplikasi ini mungkin adalah salah satu aplikasi pencari travel mates yang terbaik karena aplikasi ini mudah digunakan dan memiliki banyak fitur menarik. Kita bisa mencari travel mates atau teman seperjalanan dengan menulis sesuatu atau pesan lewat feed dan kita bisa melihat posting traveler lainnya lewat feed yang ada pada common room. Kita bisa saling mengupdate status dan member komentar pada post traveler lainnya semacam facebook. Fitur backpackr juga menyediakan fasilitas chat atau obrolan antar traveler namun setiap traveler yang ingin menggunakan thread chat harus menambahkan orang lain sebagai teman. Jadi jika belum berteman kita tidak bisa chatting dengan traveler lainnya

Tampilan menu pada aplikasi ini didesain dengan baik dan mudah digunakan terutama untuk pemula. Kita juga bisa menemukan backpacker lainnya dalam menu “backpacker” yang lokasinya tidak jauh dengan kita. Secara detail, aplikasi ini bahkan bisa menampilkan backpacker lain sekaligus jaraknya. Backpacker terdekat tentunya akan muncul pada urutan teratas. Menariknya lagi aplikasi ini punya stempel passport virtual yang bisa didapatkan jika kita menunjungi suatu negera.

Kelebihan :

  • Menu dan navigasi dapat digunakan dengan mudah dan kita bisa sign up dengan menggunakan akun gmail sekligus memperbarui tampilan profil.
  • Tampilan lebih menarik dan atraktif. Pengguna atau user bisa memposting feed atau pesan pada dashboard dan bisa dilihat oleh seluruh pengguna aplikasi lain dipenjuru dunia.
  • Pengguna aplikasi ini cukup banyak dan di Indonesia sendiri sudah cukup banyak traveler menggunakan aplikasi ini.
  • Terdapat fitur pencari teman disekitar kita sehingga kita bisa melihat backpacker terdekat disekitar kita. Selain itu kita juga bisa menemukan teman traveling diwaktu yang kita tentukan sendiri.

Kekurangan :

  • Fitur chatting hanya bisa digunakan bagi mereka yang sudah menjadi teman atau friend dalam aplikasi tersebut jadi kita tidak bisa langsung berkomunikasi tanpa menambahkan backpacker lain sebagai teman.

Trip Together

Tidak seperti aplikasi lainnya yang memiliki feed atau laman untuk memposting pesan atau teks, dalam aplikasi trip together kita hanya bisa mencari teman lewat fasilitas chat atau mengobrol langsung dengan traveler lainnya. Fitur chat dalam aplikasi ini cukup mudah digunakan jadi jangan khawatir juga jika kita tertarik untuk mengobrol dengan seseorang, kita tidak perlu menambahkannya sebagai teman terlebih dahulu. Mungkin karena aplikasi ini memang diciptakan hanya untuk mencari teman bepergian atau travel mates, aplikasi ini menampilkan orang-orang yang berencana melakukan perjalanan atau mereka yang siap bepergian kapan saja. Jadi pilih saja siapa yang kira-kira memiliki profil yang menarik dan langsung saja ajak mengobrol jika kita tertarik pada orang tersebut.

Kelebihan :

  • Saat pertama kali login pengguna akan masuk ke menu pencarian teman dan kita bisa menemukan teman secara langsung dan berbicara tanpa menambahkannya sebagai teman.
  • Pengguna cukup banyak dan kita bisa menemukan banyak orang yang ada disekitar kita dengan cukup mudah,

Kekurangan :

  • Aplikasi ini tidak memiliki menu perencana traveling yang lengkap seperti aplikasi traveling pada umumnya dan tidak ada feed atau halaman sebagai tempat para traveler menyampaikan informasi.
  • Tampilan masih kurang menarik dan terkadang kita harus menunggu proses loading terlalu lama.

Tourbar

Satu lagi aplikasi yang banyak digunakan untuk mencari teman bepergian yakni tourbar. Aplikasi ini tampak mencolok dengan logo berwarna merah dan untuk bisa masuk kita harus login lewat facebook atau menggunakan email. Saat login untuk pertama kali, aplikasi ini akan mengirim kode aktifasi pada email kita dan nantinya kita harus memasukkan kode tersebut saat aplikasi memintanya.  Aplikasi ini tergolong rumit dan tidak praktis digunakan karena pengguna harus melalui berbagai macam proses verifikasi baik dengan memverifikasi nomor telepon atau foto profil. Bahkan dalam situs tourbar.com pengguna dianjurkan untuk mengupload foto selfie dengan memegang selembar kertas bertuliskan tourbar. Uniknya lagi aplikasi ini tidak mengijinkan kita untuk mengobrol dengan pengguna lainnya apabila nomor belum terverifikasi. Meskipun demikian, aplikasi ini sepertinya banyak diminati terutama orang Asia seperti India, Arab, Pakistan dan lain sebagainya.

Saat mencari teman traveling atau travel mates menggunakan tourbar kita juga bisa menggunakan menu untuk memilih gender teman kita nantinya baik pria maupun wanita. Tidak heran aplikasi ini juga sering digunakan untuk mencari pasangan sambil berpetualang. Tertarik untuk mencobanya?

Kelebihan :

  • Tampilan cukup menarik dan banyak pengguna yang bisa dijumpai diaplikasi tersebut
  • Kita bisa mengupload foto kita sesuka hati dan juga menyimpannya dalam folder pribadi yang tidak bisa dilihat orang lain.
  • Dalam aplikasi ini juga ada petunjuk bagaimana cara menggunakan aplikasi dan menarik perhatian pengguna lainnya untuk mengunjungi laman profil kita.
  • Banyak pilihan bahasa yang bisa digunakan dalam aplikasi ini dan kita bisa mengaturnya dalam menu setting

Kekurangan :

  • Ada beberapa tahap verifikasi yang cukup merepotkan dan harus dipenuhi karena akun pengguna yang belum terverifikasi tidak akan bisa mengirim pesan atau chatting dengan pengguna lainnya meskipun kita ingin sekali melakukannya.
  • Setiap kita mengunjungi laman atau profil orang lain maka kita akan meninggalkan jejak, jadi aplikasi ini jelas Big No untuk kamu yang gemar stalking.
  • Ukuran foto yang diupload harus sesuai yakni minimum 360×360 pix dan jika tidak sesuai, foto tidak akan bisa diupload.

Masih banyak aplikasi travel mates lain yang bisa kita temui diplaystore maupun apstore seperti find backpacker, travel mates, dan lainnya namun aplikasi tersebut masih tergolong aplikasi yang belum begitu populer dibandingkan dengan aplikasi yang sudah dijelaskan sebelumnya, dan simak juga cara menggunakan aplikasi travel mates yang sesuai berikut ini. Semoga bermanfaat.

travelinfogravis.png

Filed Under: Catatan

Mengenal Travolunteer

9 April, 2017

Traveling sambil menjadi sukarelawan pastinya cukup menarik bukan? Bayangkan saja kita bisa berkunjung kesuatu tempat baru untuk membantu orang lain, melakukan suatu misi dan tentunya sambil menikmati suasana ditempat tersebut. Gaya traveling sambil menjadi sukarelawan ini disebut dengan istilah travolunteer atau juga voluntourism, traveolunteer tentunya gabungan dari kata travel dan volunteer yang dalam bahasa Indonesia diartikan beoergian sambil menjadi relawan. Tidak hanya populer didalam negeri travolunteer atau traveling sambil menjadi relawan juga populer dinegara-negara lain bahkan ada beberapa Negara yang menjadi top destination untuk tujuan wisata relawan tersebut. Lalu apa sih manfaat dan keuntungan menjadi seorang travolunteer? Cari tahu informasi selanjutnya dalam uraian berikut ini ya.

Apa sih Travolunteer?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, travolunteer adalah suatu kegiatan traveling atau bepergian yang tidak cuma mencari pengalaman dan berlibur saja melainkan melakukan proyek-proyek sosial bersamaan dengan perjalanan tersebut. Misalnya saja program kemanusiaan didaerah yang terkena bencana atau juga program mengajar atau pendidikan disuatu daerah terpencil. Salah satu proyek yang sering kita dengar untuk jadi relawan pendidikan adalah program Indonesia mengajar. Para relawan pendidikan tersebut tentunya bisa mengunjungi tempat-tempat dibeberapa penjuru Indonesia sambil mengamalkan ilmunya, mendapatkan pengalaman dan tentunya dengan fasilitas dan biaya yang ditanggung oleh pemerintah atau organisasi.

Ada banyak alasan mengapa saat ini banyak kalangan terutama para pemuda untuk menjadi relawan dan salah satunya adalah memang untuk bisa bepergian dan tinggal didaerah yang dituju. Tidak sedikit pula pendatang atau relawan yang tadinya dating sebagai turis justru jatuh cinta dengan tempat tersebut dan memilih untuk menetap diwilayah dimana ia menjadi relawan. Misalnya saja para relawan asing atau bule yang datang ke Indonesia untuk membantu penangkaran hewan seperti orangutan atau hewan lainnya, merekaakhirnya cenderung menetap di Indonesia untuk jangka waktu yang lama. Gaya traveling ini juga banyak diterapkan dineara-negara asing dan biasanya program travolunteer disana lebih mengarah pada program kemanusiaan dan pendidikan. Seperti yang dilansir dalam beberapa website travolunteer asing seperti  www.projects.abroad.org dan travolunteer.nl , sebagian besar project yang ditawarkan adalah project pendidikan termasuk mengajar bahasa dan mengajar anak didaerah tertinggal.

Manfaat Travolunteer

Banyak hal yang bisa didapat dan dipelajari dari pengalaman menjadi volunteer atau relawan disuatu daerah tertentu. Biasanya orang akan menghabiskan uang untuk bepergian dan berwisata kesuatu tempat namun beda halnya dengan travolunteer karena selain bisa berwisata didaerah tersebut tentunya kita bisa melakukan hal lain yang bermanfaat bagi warga atau lingkungan sekitar maksudnya manfaat selain finansial dan pendapatan daerah tentunya. Jadi intinya saat menjadi sukarelawan kita bisa membantu orang lain sembari berwisata dan pengalaman seperti itu biasanya lebih mengesankan dan membekas apalagi jika warga sekitar merasa senang dengan kehadiran kita dan sedih saat kita harus meninggalkan tempat tersebut. Travolunteer pastinya akan membuat liburan dan wisata bisa jadi berkah untuk kita dan oranglain bukannya cuma meninggalkan sampah dilokasi wisata. Selain itu dengan menjadi relawan kita bisa menambah skill atau keterampilan hidup, mendapat teman baru dan juga

Sejarah Tren Voluntourism

Entah mengapa saat ini tren voluntourism cukup berkembang dibanyak Negara, mungkin bisa jadi karena mendedikasikah diri untuk orang lain dan lingkungan adalah suatu hal yang bisa membuat seseorang merasa senang (berdasarkan penelitian, membantu orang lain ternyata bisa membuat diri merasa senang dan efeknya bisa menenangkan jiwa dan meringankan rasa sakit seperti efek obat parasetamol). Selain itu, para relawan juga memiliki kebanggaan tersendiri tentunya saat merasa dirinya bisa membantu orang lain dan setidaknya meringankan beban masyarakat terutama masyarakat tertinggal dan pasca bencana.

Sejarah travolunteer atau voluntourism sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu lho tepatnya saat organisasi Volunteer service Overseas berdiri di Amerika Serikat ditahun 1958 tepatnya. Organisasi ini berdiri dizaman presiden John F Kennedy dan didirikan oleh Alec and Mora Dickson. Indonesia sendiri juga ternyata berperan dalam sejarah traveling sambil melakukan kegiatan sukarelawan. Herber Faith, salah seorang tokoh pencetus gerakan sukarelawan dibidang politik terutama di Indonesia dan beliau banyak berkontribusi dalam bidang pendidikan dan sosial terutama dalam Herb Faith Foundation yang memprakarsai banyak kegiatan sosial hingga saat ini. Organisasi ini juga berkontribusi dalam program Volunteer Graduate Scheme atau yang kini dikenal sebagai Australian Volunteers International. Jadi siapa sangka jika tren voluntourism ini juga berasal dari Indonesia ya?

Peminat Travolunteer

Berkembangnya budaya travolunteer ternyata membuat masyarakat semakin teroancng untuk melakukan kegiatan sosial dan menyalurkan bakat atau potensi untuk kepentingan umum. Sebagian besar peminatnya adalah para pemuda meskipun tidak sedikit juga orang dewasa dan orangtua yang berminat dalam program ini. Peminat travolunteer juga cukup banyak diIndonesia, walaupun belum ada data yang pasti mengenai jumlah relawan diIndonesia akan tetapi beberapa situs atau program mengklaim puluhan orang telah bergabung dalam program yang mereka tawarkan. Sebut saja beberapa program atau situs seperti Indonesia mengajar yang telah memiliki belasan ribu relawan, situs Indorelawan yang memiliki lebih dari sepuluh ribu relawan serta sistus TurunTangan yang sudah memiliki lebih dari limapuluh ribu relawan dalam program yang digalang. Secara global, jumlah travolunteer atau sukarelawan yang ada saat ini telah mencapai 62 juta di Amerika, 12,7 juta jiwa di Inggris dan ratusan ribu hingga jutaan orang dibagian dunia lain telah bergabung dalam program ini. Memang belum ada grafik yang menggambarkan jumalh keseluruhan travolunteer atau sukarelawan dari seluruh dunia namun ada data yang bisa didapatkan dari Robert Half Survey yang dilakukan pada 1000 pekerja di Amerika serikat dan berikut grafiknya.

Program Travolunteer

Ada banyak program yang ditawarkan dalam program travolunteer dan tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan saja melainkan juga dibidang lainnya seperti peternakan, pertanian, penangkaran hewan dan lain sebagainya. Beberapa organisasi dan situs penyedia layanan travolunteer contohnya WWWOF yang bergerak dalam bidang pertanian dan peternakan, grassroot volunteering yang menyediakan banyak kegiatan diberbagai bidang dan menyajikan seluruh aktifitas sukarelawan dari seluruh dunia, Love volunteers yang lebih fokus dalam bidang pendidikan dan berbagai situs lain yang bisa kita jumpai diinternet. Beberapa situs dan organisasi juga menyediakan beberapa program yang menarik misalnya dalam kegiatan menjaga alam dan binatang di Kanada yang ditawarkan oleh web Fronteering dan menjadi sukarelawan dipadang safari atau taman nasional di Afrika Selatan yang digagas oleh Agape Volunteer. Memang tidak semua organisasi dan situs menawarkan program volunteer secara gratis, beberapa diantaranya mematok biaya yang tinggi. Jadi sebaiknya sebelum memilih program sukarelawan ada baiknya menimbang dan melihat seberapa kemampuan kita untuk program tersebut.

Cara Ikut Serta Dalam Travolunteer

Kalau kamu masih bingung bagaimana sih cara menjadi volunteer sekaligus menjalankan kegiatan traveling? Sebenarnya mudah saja, kita hanya perlu mencari beberapa situs yang ada diinternet dan menawarkan berbagai program tapi kalau masih bingung juga, simak tips menjadi volunteer berikut ini :

  • Sebelum menjadi seorang volunteer didaerah lain sebaiknya pertimbangkan segala kondisi yang kita miliki misalnya kondisi tubuh, finansial dan tentunya keluarga. Kegiatan travolunteer biasanya lebih diminati oleh para pemuda karena tentunya mereka belum punya tanggungjawab yang lebih untuk keluarganya. Jika kita masih tinggal bersama orangtua maka jangan lupa minta izin mereka terebih dahulu.
  • Cari situs volunteer yang teroercaya dan menawarkan program yang sesuai dengan kemamouan dan bakat. Jangan sampai nantiya program yang diikuti malah membuat kita tidak nyaman dan tidak betah selama program berlangsung.
  • Kalau kita ingin traveling sambil tetap menjadi relawan, ada baiknya kita pandai mengatur waktu kerja dalam program dan waktu yang kita habiskan untuk mengeksplor tempat tersebut. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar akan sangat menguntungkan terutama jika kita bisa tinggal disalah satu rumah penduduk lokal atau istilahnya homestay.
  • Ikuti budaya dan peraturan yang ada idaerah tersebut selama berada disana dan sebaiknya jangan melanggar norma atau adat yang berlaku. Meinggalkan kesan yang baik pada masyarakat lokal sangatlah penting. Jangan sampai niat menjadi relawan dan pulang sebagai pahlawan malah berbalik jadi lawan dan tidak disukai masyarakat setempat.

Jadi setelah tahu manfaat dan tips menjadi volunteer, apakah kamu berminat untuk mencobanya? Hitung-hitung mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Filed Under: Catatan

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2

Copyright © 2026 · Genesis Sample on Genesis Framework · WordPress · Log in